Minggu, 02 Oktober 2011

Hard Disk

Sumber gambar: http://zaintkj.blogspot.com/2011_04_01_archive.html

Pengertian Hard Disk
Hardisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector. Untuk melakukan operasi baca tulis data dari dan ke piringan, harddisk menggunakan head untuk melakukannya, yang berada disetiap piringan.
Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi. 
Hard disk pada notebook seri lama menggunakan jenis IDE, sedangkan notebook jenis baru menggunakan SATA (transfer data lebih cepat). Secara umum, bentuk hard disk notebook sama dengan PC. Hard disk notebook mempunyai ukuran lebih kecil, yaitu seperempat dari ukuran hard disk PC. Hard disk notebook memiliki bentuk seperti hard disk PC, tetapi tidak memiliki power karena tenaga yang di perlukan untuk memutar silinder di ambil langsung dari konektornya.
Kapasitas hard disk bermacam-macam, mulai dari ukuran mbytes sampai dengan gbytes. Ukuran kapasitas yang sangat besar ini sangat menguntungkan dalam hal penyimpanan data. Seperti halnya floopy disk dan lomega Zip drive.

Pemasangan Harddisk
Kabel IDE terdapat strip warna merah Power supply ditancapkan bersebelahan atau sejajar dengan warna merah pada kabel IDEJika salah komputer tidak akan booting. Lakukan deteksi HD lewat BIOS.

Proses Baca Hardisk 
Saat sebuah sistem operasi mengirimkan data kepada hard drive untuk direkam, drive tersebut memproses data dengan menambahkan sebuah bit ekstra pada data tersebut. Kemudian, drive tersebut menggerakkan head melalui track yang sesuai dari platter tersebut. Waktu untuk menggerakkan head tersebut dinamakan “seek time”. Saat berada di atas track yang benar, drive menunggu sampai platter berputar hingga sector yang diinginkan berada di bawah head. Jumlah waktu tersebut dinamakan “drive latency”. Semakin pendek waktu `seek` dan `latency`, semakin cepat drive tersebut menyelesaikan pekerjaannya. Saat komponen elektronik drive menentukan bahwa sebuah head berada di atas sector yang tepat untuk menulis data, drive mengirimkan pulsa elektrik pada head tersebut. Membaca data memerlukan beberapa proses perekaman. Drive memposisikan bagian pembaca dari head di atas track yang sesuai, dan kemudian menunggu sector yang tepat untuk berputar di atasnya. Saat spektrum magnetik tertentu yang mewakili data pada sector dan track yang tepat berada tepat di atas head pembaca, komponen elektronik drive mendeteksi perubahan kecil pada medan magnetik dan mengubahnya menjadi bit.

Sumber:
Buku Aplikasi Komputer Edisi 2, Pengarang: Suharno Pawirosumarto, Penerbit: Mitra Wacana Media
Buku Perbaikan dan Perawatan Laptop, Pengarang: Yulius Eka Agung Seputra, Penerbit:Elex Media Komputindo 
http://dedenthea.wordpress.com/2007/08/14/mengenal-teknologi-hard-disk/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LABEL

Flash Labels by Way2Blogging